Pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa mendatang akan menentukan komposisi Kongres baru. Survei menunjukkan ekonomi, biaya hidup, dan imigrasi menjadi isu utama bagi pemilih. Meski begitu, ada perbedaan pandangan antara pendukung Partai Demokrat dan Republik terkait prioritas dan kebijakan.
Survei NBC News mengungkap 75 persen responden tidak puas dengan kondisi ekonomi AS, dan 51 persen tidak puas dengan situasi keuangan pribadi mereka. Sementara itu, survei Pew Research Center mencatat 84 persen pemilih terdaftar menganggap ekonomi sangat penting dalam menentukan pilihan. Isu ini menjadi prioritas bagi 82 persen pendukung kandidat Republik dan 88 persen pendukung Demokrat.
Namun, kedua kubu berbeda dalam memandang isu lain. Sekitar 85 persen pendukung Demokrat menilai masa depan demokrasi sangat penting, dibandingkan 69 persen pendukung Republik. Kesehatan menjadi prioritas bagi 82 persen Demokrat, sementara hanya 53 persen Republik. Sebaliknya, pendukung Republik lebih concerned soal imigrasi (72 persen) dan kejahatan kekerasan (64 persen), jauh di atas Demokrat yang masing-masing 53 persen dan 37 persen.
Survei KFF menunjukkan 42 persen pemilih lebih percaya Demokrat untuk menangani biaya kesehatan, dibandingkan 22 persen yang memilih Republik. Untuk biaya hidup, 39 persen memilih Demokrat dan 25 persen memilih Republik. Pandangan terhadap kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump pun terbelah: 91 persen pendukung Demokrat menilai kebijakannya memperburuk keadaan, sementara di kubu Republik 39 persen merasa membaik, 35 persen memburuk, dan 25 persen tidak berdampak.
Survei NBC News per 1 November mencatat 40 persen responden menyetujui kinerja Trump secara keseluruhan, dan 60 persen tidak menyetujui. Analisis: Hasil pemilu ini akan sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran publik terhadap inflasi dan daya beli. Jika ekonomi tetap menjadi sentimen dominan, partai yang berkuasa berisiko kehilangan kursi. Namun, perpecahan isu antara kedua kubu menunjukkan bahwa kampanye akan fokus pada basis masing-masing, terutama soal demokrasi dan imigrasi, yang bisa memperlebar polarisasi di masyarakat.