Penjara Guantanamo Bay di Kuba masih berdiri tegak meski perang di Afghanistan telah usai. Fasilitas ini dibuka setelah invasi AS ke Afghanistan dan pernah menampung ratusan tahanan. Dua puluh lima tahun berlalu, namun penjara ini tak kunjung ditutup. Al Jazeera melalui penjelasan Noor Wazwaz menyoroti alasan di balik berlanjutnya operasional penjara kontroversial tersebut.
Keberadaan Guantanamo menjadi simbol gelap perang melawan teror yang tak kunjung tuntas. Banyak pihak mempertanyakan mengapa fasilitas ini masih dipertahankan padahal konflik yang melatarbelakanginya sudah berakhir. Isu ini terus menjadi sorotan internasional karena berkaitan dengan hak asasi manusia dan kebijakan keamanan nasional AS.
Dampaknya bagi masyarakat global, Guantanamo menjadi preseden buruk tentang penahanan tanpa batas waktu dan tanpa proses hukum yang jelas. Hingga kini, belum ada tanda-tanda penutupan meski berbagai tekanan internasional terus mengalir.