NEGOSIATOR NUKLIR IRAN TEWAS, SIAPA DI BALIK SERANGAN? - Berita Dunia
← Kembali

NEGOSIATOR NUKLIR IRAN TEWAS, SIAPA DI BALIK SERANGAN?

Foto Berita

Kabar duka menyelimuti Iran, di mana Ali Shamkhani, mantan menteri pertahanan sekaligus Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu. Sumber militer Israel bahkan mengklaim Shamkhani adalah salah satu pejabat tinggi Iran yang kehilangan nyawa dalam insiden tersebut. Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Teheran terkait nasib salah satu penasihat kepercayaan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ini.

Kematian Shamkhani, yang berusia 70 tahun, jelas menjadi sorotan tajam. Pasalnya, ia adalah sosok kunci yang baru saja merampungkan putaran terakhir negosiasi program nuklir antara Iran dan AS pada Jumat lalu. Sebelumnya, pada Kamis, ia sempat menyatakan bahwa kesepakatan bisa segera tercapai jika masalah utamanya adalah pencegahan pembuatan senjata nuklir, sesuai dengan dekrit pemimpin Iran dan doktrin pertahanan negara.

Insiden ini bukan kali pertama Shamkhani menjadi target. Pada Juni 2025, ia pernah menjadi sasaran serangan Israel saat perang 12 hari antara Iran dan Israel. Meskipun sempat dilaporkan tewas, ia berhasil selamat dari reruntuhan rumahnya, meski mengalami luka parah.

Shamkhani baru-baru ini diangkat sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, sebuah lembaga baru yang bertugas mengoordinasikan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional, serta memobilisasi sumber daya menghadapi ancaman. Jauh sebelum itu, ia punya rekam jejak militer dan politik yang mentereng. Ia adalah komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) di era perang Iran-Irak, kemudian menjadi komandan dua angkatan laut Iran. Karirnya berlanjut sebagai Menteri Pertahanan dari tahun 1997 hingga 2005, bahkan menjadi pejabat pertahanan Iran pertama yang mengunjungi Arab Saudi pasca-revolusi. Ia juga pernah memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) selama satu dekade hingga 2023.

Dampak dan Analisis Singkat:

Kematian Ali Shamkhani, seorang negosiator ulung dan arsitek kebijakan keamanan Iran, berpotensi besar mengguncang stabilitas Timur Tengah. Kehilangan figur sentral dalam negosiasi nuklir ini bisa saja menghambat upaya perdamaian yang sudah rapuh, atau bahkan mengarah pada eskalasi ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Mengingat Shamkhani pernah mengancam "respons yang segera, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya" jika ada aksi militer AS terhadap Iran, kematiannya kini bisa menjadi pemicu bagi Teheran untuk menunjukkan reaksi keras, meskipun dengan kepemimpinan yang berbeda. Dunia akan menunggu bagaimana Teheran akan menanggapi klaim serangan ini dan apa dampaknya terhadap masa depan program nuklir Iran serta dinamika geopolitik kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook