Situasi di Timur Tengah kian memanas setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada Jumat lalu. Insiden ini mengakibatkan sedikitnya 15 tentara Amerika Serikat terluka, dengan lima di antaranya dalam kondisi serius. Serangan balasan ini juga menyebabkan kerusakan parah, bahkan menghancurkan, sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik AS.
Menurut laporan Associated Press, serangan yang terjadi pada Jumat itu melibatkan setidaknya enam rudal balistik dan 29 drone. Lima dari tentara AS yang terluka berada dalam kondisi serius, saat mereka berada di dalam sebuah gedung di pangkalan tersebut ketika serangan terjadi. Pihak Iran, melalui juru bicara markas militer pusat Ebrahim Zolfaghari, mengklaim satu pesawat pengisi bahan bakar hancur total dan tiga lainnya rusak parah sehingga tidak bisa dioperasikan. Gambar satelit yang dipublikasikan Press TV Iran juga menunjukkan kerusakan signifikan pada sejumlah pesawat di pangkalan itu.
Ini bukan kali pertama Pangkalan Udara Pangeran Sultan menjadi target; sebelumnya, 14 tentara AS juga terluka dalam insiden serupa. Pangkalan yang berjarak sekitar 96 km dari Riyadh ini, meski dioperasikan oleh Angkatan Udara Kerajaan Saudi, juga menjadi fasilitas penting bagi pasukan Amerika.
Serangan ini adalah bagian dari balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang mereka tuduh menjadi lokasi peluncuran serangan AS ke Iran, yang dimulai sejak 28 Februari bersama Israel. Konflik ini semakin memanas dengan adanya laporan serangan terbaru AS-Israel yang menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran pada Jumat malam, meskipun diklaim tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Meski masih minim transparansi mengenai detail serangan Iran ini, jumlah korban luka yang mencapai belasan menggambarkan betapa seriusnya insiden tersebut. Pangkalan ini biasanya menampung 2.000 hingga 3.000 tentara AS yang terlibat dalam sistem pertahanan rudal dan dukungan logistik. Kejadian ini berpotensi memicu gelombang kritik lebih lanjut terhadap pemerintahan AS, mengingat pangkalan tersebut telah menjadi sasaran konsisten sejak perang dimulai. Total, sudah ada 13 anggota militer AS yang tewas dan lebih dari 300 terluka sejak konflik dengan Iran berlangsung, menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan di kawasan tersebut.