Kherson, - Warga di Kota Oleshky, wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, akhirnya mendapat secercah harapan. Gencatan senjata yang awalnya bertujuan mengirim bantuan makanan dan obat-obatan ke kota itu kini diperluas ke seluruh wilayah Kherson selatan. Langkah ini menjadi kabar baik bagi ribuan warga sipil yang selama ini terjebak tanpa akses listrik, air, dan makanan.
Menurut laporan yang dihimpun, situasi di Oleshky sangat memprihatinkan. Sejak bendungan Kakhovka jebol pada 2023 silam, kota ini benar-benar lumpuh. Tidak ada toko yang buka, tidak ada listrik, gas, maupun air bersih. Ribuan orangādiperkirakan 1.700 hingga 2.000 jiwa di kota itu dan beberapa ribu lainnya di sekitarnyaāterpaksa bertahan hidup dengan memakan rumput liar dari kebun. Mereka mengaku kelaparan ekstrem dan sangat ingin dievakuasi.
Gencatan senjata ini tidak lepas dari peran mediasi internasional yang mengejutkan. Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, bersama Paus Leo XIV, disebut-sebut berhasil membantu menengahi kesepakatan tersebut. Gencatan senjata mulai berlaku Selasa dini hari dan sejauh ini belum ada laporan pelanggaran. Bahkan, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyebut jika gencatan senjata ini membuahkan hasil, hal itu bisa membuka jalan bagi langkah perdamaian lainnya.
Meski begitu, tantangan di lapangan masih berat. Jalur keluar dari Oleshky sangat berbahaya karena telah ditanami ranjau dan sering menjadi sasaran serangan drone. Seorang warga mengaku kakinya harus diamputasi setelah menginjak ranjau saat mencoba melarikan diri. Dengan gencatan senjata ini, diharapkan konvoi bantuan kemanusiaan bisa masuk dengan aman, dan evakuasi bagi warga yang ingin pergi dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang.