ISRAEL DIGEMPUR RUDAL IRAN: KILANG MINYAK HANCUR? INI FAKTANYA! - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL DIGEMPUR RUDAL IRAN: KILANG MINYAK HANCUR? INI FAKTANYA!

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru! Kilang minyak di kota Haifa, Israel utara, menjadi sasaran serangan rudal dari Iran. Serangan ini disebut-sebut sebagai balasan Teheran terhadap gempuran Israel terhadap infrastruktur energinya sendiri. Meski demikian, Menteri Energi Israel, Eli Cohen, buru-buru menyatakan "tidak ada kerusakan signifikan" pada kilang milik Oil Refineries Ltd itu, bahkan pasokan listrik yang sempat terganggu sebagian besar telah pulih untuk mayoritas pelanggan.

Serangan rudal Iran, yang juga diklaim menyasar Ashdod di selatan Israel (meski belum jelas apakah berhasil), adalah reaksi keras atas gempuran Israel terhadap ladang gas lepas pantai South Pars milik Iran pada Rabu lalu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak akan menahan diri sedikitpun alias "ZERO restraint" jika infrastruktur kuncinya kembali diganggu, sebuah ancaman serius yang bisa memicu krisis yang lebih luas.

Namun, ketegangan tak hanya di Haifa. Pada hari yang sama, kota Kiryat Shmona di Israel utara, dekat perbatasan Lebanon, juga dihantam serangan roket yang melukai empat warga sipil. Salah satunya bahkan dalam kondisi serius akibat serpihan, sementara seorang wanita berusia 68 tahun mengalami cedera kepala. Insiden ini menambah daftar panjang aksi saling serang di kawasan tersebut.

Perlu diingat, konflik ini merupakan bagian dari perang yang lebih besar antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang pecah akhir bulan lalu. Sejak awal Maret, militer Israel juga menggencarkan serangan darat dan udara ke Lebanon, menewaskan lebih dari seribu orang. Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, membalas dengan rentetan roket ke Israel utara, dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu – bertepatan dengan hari pertama perang AS-Israel melawan Iran.

Eskalasi ini memperjelas bahwa Timur Tengah sedang berada dalam lingkaran kekerasan yang kian memanas, menargetkan infrastruktur energi yang vital. Meski kerusakan kilang Haifa tidak signifikan kali ini, serangan serupa di masa depan berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari dunia internasional untuk mencegah konflik yang lebih luas dan merusak, yang tak hanya mengancam keamanan regional tapi juga stabilitas ekonomi global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook