BALIK KAMP! AUSTRALIA TOLAK KERABAT ISIS KEMBALI! - Berita Dunia
← Kembali

BALIK KAMP! AUSTRALIA TOLAK KERABAT ISIS KEMBALI!

Foto Berita

Kisah pilu menyelimuti 34 warga negara Australia, mayoritas wanita dan anak-anak, yang diketahui memiliki hubungan dengan kelompok ISIS. Setelah sempat dibebaskan dari Kamp Penahanan Roj di Suriah, mereka kini terpaksa kembali ke kamp tersebut. Ironisnya, nasib mereka kian tak menentu setelah Pemerintah Australia secara tegas menolak upaya pemulangan atau repatriasi.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dengan jelas menyatakan sikap pemerintahnya. "Kami memiliki pandangan yang sangat tegas bahwa kami tidak akan memberikan bantuan atau repatriasi," ujar Albanese. Ia juga menambahkan, meski ada anak-anak yang terdampak, Australia tidak akan memberikan dukungan. PM Albanese tak sungkan melontarkan kalimat pedas, "Seperti kata ibu saya, Anda membuat ranjang Anda, Anda berbaring di dalamnya," merujuk pada konsekuensi dari pilihan yang dibuat. Ia pun menegaskan, tak ada simpati bagi mereka yang memilih bergabung dengan upaya mendirikan kekhalifahan yang merongrong nilai-nilai Australia.

Sikap keras ini juga diperkuat oleh Menteri Dalam Negeri Tony Burke. Juru bicara kementeriannya memperingatkan, siapa pun dari kelompok ini yang kembali ke Australia akan menghadapi proses hukum penuh jika terbukti melakukan kejahatan. Situasi makin rumit ketika ke-34 WN Australia ini dilepas dari Kamp Roj dan hendak menuju Damaskus untuk selanjutnya terbang ke Australia. Namun, di tengah perjalanan, rombongan pengawal Kurdi memerintahkan mereka putar balik. Alasannya? Tidak ada izin untuk memasuki wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah, sehingga perjalanan mereka terhenti dan kembali ke fasilitas penahanan.

Dilema antara kemanusiaan dan keamanan nasional ini sudah lama menjadi sorotan. Organisasi kemanusiaan Save the Children Australia bahkan pernah mengajukan gugatan pada 2023 demi pemulangan 11 wanita dan 20 anak, dengan alasan tanggung jawab moral dan hukum Australia terhadap warganya. Namun, gugatan tersebut ditolak pengadilan federal, yang menyatakan pemerintah Australia tidak memiliki kendali atas penahanan mereka di Suriah. Kasus tragis lain adalah kematian seorang remaja Australia berusia 17 tahun di tahanan Suriah pada 2022. Insiden ini menyoroti kompleksnya masalah warga negara yang terjebak di zona konflik, di mana banyak negara barat lain juga menghadapi tantangan serupa dalam menangani warganya yang diduga terkait kelompok ekstremis.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook