JAKARTA - Nama Clark Laidlaw mungkin tidak asing bagi penggemar rugby Tanah Air, namun siapa sangka pria berdarah Skotlandia ini kini menjadi salah satu arsitek kesuksesan tim nasional Selandia Baru, All Blacks. Laidlaw, yang merupakan putra dari legenda rugby Roy Laidlaw, telah menghabiskan 18 tahun kariernya di Selandia Baru dan baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan membawa Hurricanes juara Super Rugby 2026.
Pencapaian Laidlaw bersama Hurricanes terbilang dominan. Timnya finis di puncak klasemen musim reguler dan menghancurkan lawan-lawannya di babak knockout, termasuk kemenangan telak 60-5 atas Chiefs di final. Kesuksesan ini membuatnya jauh lebih dihargai di Selandia Baru dibandingkan di kampung halamannya sendiri. Kini, ia dipercaya menjadi asisten pelatih serangan untuk All Blacks dan akan kembali ke Murrayfield, markas rugby Skotlandia, pada Sabtu mendatang.
Menariknya, Laidlaw mengaku akan berada di pihak Skotlandia saat menghadapi All Blacks nanti. Meski demikian, ia tetap profesional dengan memuji kekuatan tim asuhan Dave Rennie. "Anda akan melihat tim terkuat Selandia Baru, tapi bukan tidak mungkin Skotlandia menang," ujarnya seperti dikutip dari BBC. Analisis singkatnya, kehadiran Laidlaw di staf pelatih All Blacks tidak hanya membawa perspektif baru bagi permainan tim, tetapi juga menjadi bukti bahwa talenta lintas negara dapat bersinar di panggung dunia. Bagi masyarakat Indonesia, kisah ini menjadi inspirasi tentang bagaimana dedikasi dan keberanian keluar dari zona nyaman dapat membuahkan hasil luar biasa.