Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah! Menteri Pertahanan Israel mengklaim telah berhasil menewaskan Alireza Tangsiri, Panglima Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC), dalam sebuah serangan presisi yang dilakukan semalam. Kematian Tangsiri disebut-sebut sebagai pukulan telak, terutama mengingat perannya yang vital dalam upaya pemblokiran Selat Hormuz.
Pernyataan tegas dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebut Tangsiri sebagai dalang di balik operasi teror penambangan dan pemblokiran Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Menurut Katz, operasi tersebut juga menyasar perwira senior komando angkatan laut Iran lainnya. Sejak dimulainya apa yang disebut 'perang gabungan AS-Israel melawan Iran' pada 28 Februari lalu, Israel memang telah mengumumkan serangkaian pembunuhan terhadap pejabat tinggi Iran. Nama-nama besar seperti Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan Kepala Keamanan Republik Islam Ali Larijani juga diklaim telah menjadi korban.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait tewasnya Tangsiri. Namun, jika kabar ini benar, kematiannya akan menjadi kerugian besar lainnya bagi Iran, yang sudah kehilangan banyak komandan militer sejak konflik ini dimulai. Sebelumnya, Kepala Pasukan paramiliter Basij, Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, dan Menteri Intelijen Esmail Khatib juga diklaim tewas dalam serangan Israel.
Serangan Israel dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menyasar individu, tetapi juga aset maritim Iran. Pekan lalu, beberapa kapal perang Iran di Laut Kaspia, termasuk kapal bersistem rudal, kapal pendukung, dan kapal patroli, juga menjadi target serangan udara Israel. Situasi ini jelas meningkatkan ketegangan di kawasan dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Selat Hormuz, sebagai jalur strategis minyak dunia, menjadi semakin krusial di tengah gejolak ini, dan setiap insiden di sana bisa berdampak global pada rantai pasokan dan harga komoditas.