Pengawas data Uni Eropa (EDPB) baru saja mengeluarkan rekomendasi penting terkait penggunaan kacamata pintar. Mereka menuntut perangkat canggih ini punya penanda jelas saat sedang merekam, misalnya lampu LED terang atau suara notifikasi. Tujuannya satu: orang di sekitar berhak tahu kalau sedang difoto atau direkam.
Rekomendasi ini muncul karena kekhawatiran besar soal penyalahgunaan kacamata pintar untuk merekam diam-diam, terutama terhadap perempuan dan anak-anak. Ketua EDPB, Anu Talus, menegaskan bahwa peringatan itu harus sulit diabaikan dan selalu berfungsi. Bahkan di ruang publik, orang di sekitar harus paham kalau ada yang sedang memfilmkan mereka.
Risikonya lebih besar di tempat sensitif seperti sekolah, rumah sakit, atau pantai. Anak-anak dianggap lebih rentan terhadap perekaman tersembunyi. Beberapa negara Eropa pun mulai bergerak. Norwegia ingin melarang sementara kacamata pintar di tempat umum tertentu, sementara Oslo sudah melarangnya di sekolah. Di Prancis, jaksa bahkan membuka penyelidikan kriminal setelah adanya tren pelecehan seksual di media sosial yang menggunakan kacamata pintar untuk merekam perempuan tanpa izin. Kampanye 'Stop Smart Glasses' di Inggris dan Irlandia juga sudah mengumpulkan lebih dari 10.000 tanda tangan, memaksa pemerintah merespons.