Jakarta - Dunia internasional dihebohkan oleh temuan investigasi terbaru BBC dan NPR. Seorang mantan jenderal Suriah yang menjadi buronan atas kejahatan terhadap kemanusiaan, Bassam al-Hassan, dilaporkan masih hidup tenang di Lebanon. Pria yang mengawasi program senjata kimia rezim Assad ini dilindungi oleh otoritas Amerika Serikat (AS) dan Lebanon.
Perlindungan ini bukan tanpa alasan. Hassan dianggap sebagai kunci utama untuk membongkar kasus hilangnya jurnalis AS, Austin Tice, yang diculik di Suriah pada 2012 silam. Sebagai ganti informasi berharga tersebut, Hassan mendapatkan tempat tinggal, uang, dan proteksi dari FBI serta CIA melalui perantara untuk menyamarkan aliran dana.
Ironisnya, pemerintah baru Suriah sangat ingin menyeret Hassan ke meja hijau. Namun, mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak karena AS bersikeras mempertahankannya di Lebanon. Keluarga Tice pun geram, menyebut tindakan AS ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelarian penjahat perang yang diduga kuat terlibat dalam eksekusi jurnalis mereka.