Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan menyampaikan pidato nasional pada Kamis malam waktu setempat (Jumat pagi WIB) dengan janji 'kabar yang sangat besar'. Pidato yang disiarkan langsung dari Gedung Putih ini diprediksi akan kembali menyoroti isu pemilu 2020 yang telah ia klaim penuh kecurangan.
Meski enggan membeberkan detailnya, Trump menegaskan pidatonya akan membahas soal pemilu dan 'beberapa hal lain'. Ia menyebut tanpa pemilu yang jujur dan adil, sebuah negara tidak akan berarti. Gedung Putih mengonfirmasi pidato ini akan fokus pada dugaan kerentanan mesin pemungutan suara dan informasi intelijen baru yang sudah dideklasifikasi terkait pemilu 2020.
Pidato ini menjadi krusial karena muncul di tengah tekanan politik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang, yang akan menentukan kontrol Kongres AS. Saat ini Partai Republik memiliki mayoritas tipis di kedua kamar, namun Demokrat terus mengkritik kebijakan Trump dan berusaha membalikkan keadaan.
Analisis Dampak: Langkah Trump ini dinilai sebagai strategi untuk menggalang basis pemilihnya yang mulai goyah. Hasil jajak pendapat YouGov menunjukkan lebih dari 57 persen pemilih AS tidak setuju dengan kinerja Trump di periode keduanya. Kritikus khawatir pidato ini justru akan menggerus kepercayaan publik terhadap proses demokrasi AS, terutama dengan klaim tanpa bukti soal kecurangan pemilu yang bisa memicu ketegangan politik baru. Ini mengingatkan pada situasi sebelum kerusuhan Capitol pada 2021 lalu, saat Trump terus mendorong narasi pemilu dicuri.