IRAN GUNCANG PASAR GLOBAL VIA SOSMED, SIAPKAN JEBAKAN? - Berita Dunia
← Kembali

IRAN GUNCANG PASAR GLOBAL VIA SOSMED, SIAPKAN JEBAKAN?

Foto Berita

Speaker Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, kini tampil tak terduga sebagai 'penasihat keuangan' di tengah ketegangan Iran-Amerika Serikat. Lewat serangkaian unggahan di platform X, Ghalibaf mengajak para investor untuk waspada terhadap berita pasar yang didominasi AS, menyebutnya kerap menjadi 'berita palsu' yang sengaja disebar untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Ghalibaf bahkan memberikan nasihat unik: anggap berita pasar 'pre-market' sebagai indikator terbalik. 'Jika mereka memompa (harga), jual. Jika mereka membuang (harga), beli,' tulisnya, memicu spekulasi tentang motif di baliknya.

Para analis melihat langkah Ghalibaf ini bukan sekadar lelucon. Ini adalah bagian dari strategi 'perang asimetris' Iran untuk menunjukkan kemampuannya mempengaruhi pasar AS dengan menekan titik-titik ekonomi vital. Salah satu contoh masa lalu adalah ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman 20% pasokan minyak dunia, yang langsung melambungkan harga minyak global dan menciptakan tekanan ekonomi. Kini, taktiknya bergeser ke ranah informasi.

Puncaknya, pada 22 Maret lalu, Ghalibaf mengancam institusi keuangan yang terlibat dalam pembiayaan aset militer AS di Timur Tengah. 'Obligasi keuangan AS berlumuran darah Iran,' tulisnya, memperingatkan bahwa portofolio mereka dipantau. Tujuan jangka panjang Iran jelas: menekan AS agar menarik diri dari aksi militer dan mencari solusi diplomatik, mirip dengan dugaan strategi sebelumnya yang memanfaatkan fluktuasi pasar saham dan harga energi.

Menariknya, strategi Iran ini juga disebut-sebut memanfaatkan pola perilaku media sosial mantan Presiden AS Donald Trump, yang kerap melontarkan pernyataan agresif saat pasar tutup dan melunak saat pasar kembali dibuka. Ini menunjukkan betapa media sosial kini menjadi medan perang baru yang tak kalah penting dalam konflik geopolitik, di mana informasi, bahkan misinformasi, bisa menjadi senjata ampuh untuk menggoyahkan ekonomi dan mempengaruhi kebijakan.

Bagi masyarakat, fenomena ini berarti pasar global semakin rentan terhadap manipulasi dan perang informasi. Fluktuasi harga komoditas seperti minyak, yang dipicu oleh unggahan atau ancaman semacam ini, bisa berdampak langsung pada biaya hidup sehari-hari, dari harga BBM hingga biaya produksi barang. Ini adalah pengingat penting bahwa politik dan ekonomi kini tak terpisahkan dari dinamika media sosial, menciptakan ketidakpastian yang perlu diwaspadai.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook