Insiden penembakan massal di Krakow, Polandia, pada Sabtu lalu menyisakan kisah heroik dari dua dokter yang tengah makan siang di dekat lokasi kejadian. Profesor Michal Pędziwiatr dan Dr. Mateusz Wierdak tanpa ragu berlari ke jalanan untuk menolong korban, termasuk pelaku dan dua polisi yang tertembak.
Dr. Wierdak menjadi sorotan setelah nekat memasukkan tangannya langsung ke luka tembak di dada seorang polisi untuk menghentikan pendarahan sebelum bantuan medis datang. Tindakan cepatnya itu disebut 'tanpa keraguan' menyelamatkan nyawa petugas tersebut. Kedua polisi yang sempat koma kini sudah siuman dan mendapat julukan 'pahlawan sejati' dari Perdana Menteri Polandia.
Penembakan yang menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya ini diduga kuat bermotif terorisme. Pelaku, seorang pria 25 tahun, disebut terinspirasi ideologi ekstrem kanan. Polisi menemukan fakta mengerikan bahwa orang tua dan saudara perempuan pelaku ditemukan tewas di rumahnya. Investigasi kini fokus pada jaringan terorisme, sementara korban tewas mencakup warga Polandia, seorang warga Inggris, dan seorang wanita Austria.