Prancis - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran akan ditandatangani pada hari Jumat di Swiss. Klaim ini disampaikan Trump di sela-sela KTT G7 di Prancis.
Menurut Trump, kesepakatan ini bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis pengapalan minyak dunia yang sempat memanas karena konflik. Ia menyebut langkah ini akan mencegah krisis ekonomi lebih lanjut.
Namun, klaim Trump ini langsung menuai keraguan. Jurnalis Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari lokasi KTT bahwa belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran. Sejumlah analis menilai pernyataan Trump bisa jadi bagian dari strategi politik menjelang pemilu, atau justru sinyal adanya tekanan ekonomi yang besar pada kedua negara.
Dampak: Jika kesepakatan ini benar-benar terjadi, maka harga minyak dunia diprediksi stabil dan rantai pasok energi global kembali normal. Namun, jika ini hanya gertakan, ketegangan di Teluk Persia bisa kembali meningkat dan merugikan negara-negara importir minyak seperti Indonesia.