HELSINKI — Otoritas pengawas lingkungan Finlandia (LVV) secara mengejutkan menghentikan sementara proyek pembangunan pusat data raksasa milik Google di Muhos dan Kajaani. Keputusan ini diambil setelah ditemukan indikasi pelanggaran berupa penebangan hutan skala besar tanpa analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang wajib.
Google sebelumnya mengumumkan investasi jumbo senilai 13 miliar euro (sekitar Rp220 triliun) untuk infrastruktur digital di Finlandia. Namun, perusahaan perwakilan Google, Tuike Finland, dituding telah menebang pohon, mengupas tanah lapisan atas, dan membangun jalan akses di area seluas lebih dari 300 hektare tanpa izin yang sah.
LVV memerintahkan penghentian total semua tindakan persiapan paling lambat 23 Oktober 2026. Tuike Finland diwajibkan memberikan penjelasan rinci sebelum 14 Oktober mendatang, atau berisiko menghadapi proses penegakan hukum. Pihak Google mengakui adanya kekurangan dalam prosedur tersebut dan berjanji akan mematuhi arahan otoritas serta menanam kembali pohon di area seluas 130 hektare.
Isu ini memicu reaksi keras dari partai oposisi Finlandia. Mereka mendesak adanya sistem perizinan nasional untuk mencegah krisis listrik dan lonjakan harga energi akibat konsumsi daya pusat data yang sangat besar. Meskipun investasi teknologi disambut baik, kekhawatiran akan kapasitas jaringan listrik dan kerusakan lingkungan menjadi sorotan utama masyarakat.