MADRID, KOMPAS.TV - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, memulai kunjungan resminya ke Spanyol dengan memberikan pujian terhadap kebijakan pemerintah setempat yang dinilai aktif menentang perang dan mendukung para migran. Dalam sambutannya di Istana Kerajaan Madrid bersama Raja Felipe VI dan Ratu Letizia, Paus menekankan 'komitmen aktif Spanyol terhadap perdamaian dan solidaritas antar bangsa'.
Kunjungan selama tujuh hari ini menjadi momen penting karena Paus Leo secara terbuka mengapresiasi sikap Perdana Menteri Pedro Sanchez yang kerap berseberangan dengan Presiden AS Donald Trump soal Iran dan perang di Gaza. Paus memuji 'ketaatan Spanyol pada hukum internasional dan multilateralisme'. Langkah ini dinilai sebagai dukungan simbolis kepada kubu sosialis di tengah isu imigrasi yang memecah belah masyarakat Spanyol.
Agenda kunjungan ini juga sarat muatan berat. Paus dijadwalkan bertemu dengan korban pelecehan seksual oleh oknum gereja serta kelompok pegiat kesejahteraan migran. Isu pelecehan seksual masih menjadi 'luka terbuka' bagi gereja, kata Paus. Sebuah studi tahun 2023 memperkirakan 1,1% populasi Spanyol atau setara 440.000 orang pernah menjadi korban pelecehan oleh rohaniwan. Pemerintah Sanchez dan gereja telah menandatangani kesepakatan kompensasi pada Maret lalu.
Di Kepulauan Canary, Paus akan bergabung dengan PM Sanchez untuk memberi penghormatan kepada ribuan migran yang tewas dalam perjalanan ke Eropa. Hampir 47.000 orang mencapai Kepulauan Canary pada 2024, sementara LSM memperkirakan lebih dari 9.000 migran tewas dalam upaya tersebut. Kebijakan imigrasi Spanyol yang liberal, termasuk rencana memberikan status legal kepada 500.000 migran ilegal, kontras dengan sikap keras sebagian besar negara Eropa lainnya.
Paus Leo yang lahir di Chicago juga mendapat kritik keras dari Trump karena pandangan anti-perangnya. Dalam pidatonya, Paus menyatakan pesan perdamaian 'saat ini dianggap naif oleh sebagian orang dan konfrontatif oleh lainnya', namun seharusnya disambut oleh mereka yang tidak terjebak dalam ideologi picik.