Paraguay tengah dilanda gejolak politik dan krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade. Pemicunya adalah ambruknya Ueno Bank, sebuah bank digital yang menyimpan dana publik sebesar 850 juta dolar AS. Akibatnya, lebih dari separuh populasi negara itu kehilangan akses ke rekening mereka.
Presiden Santiago Pena, yang menjabat sejak 2023, kini menghadapi proses impeachment meski telah mengajukan surat pengunduran diri. Majelis Rendah Kongres Paraguay dengan suara bulat 78-0 menyetujui dakwaan impeachment terhadap Pena. Senat pun menggelar sidang langka untuk membahas kelanjutan proses pemakzulan tersebut.
Pena dituduh memiliki konflik kepentingan karena sebelumnya memiliki saham di Grupo Vazquez, perusahaan induk Ueno Bank, hingga tahun lalu. Ia mengklaim telah menjual sahamnya, namun parlemen mempertanyakan apakah otoritas gagal mengantisipasi masalah keuangan bank tersebut.
Krisis ini juga memicu pengunduran diri Gubernur Bank Sentral Paraguay, Carlos Carvallo, serta penangkapan terhadap delapan eksekutif Ueno yang kemudian menyerahkan diri. Jaksa Agung telah memerintahkan tiga investigasi kriminal, termasuk terkait pengawasan regulasi dan penempatan dana publik di bank tersebut.
Dalam pidato videonya, Pena meminta maaf dan berjanji mengupayakan pengembalian dana masyarakat. Jika terbukti bersalah dalam sidang impeachment, ia akan kehilangan kursi Senat seumur hidup dan perlindungan hukum yang biasanya diberikan kepada mantan presiden.
Analisis Dampak: Krisis ini menjadi ujian berat bagi stabilitas demokrasi dan sistem keuangan Paraguay. Kepercayaan publik terhadap sektor perbankan digital dan regulator finansial berada di titik terendah. Masyarakat yang kehilangan akses rekening menghadapi kesulitan ekonomi sehari-hari, sementara ketidakpastian politik berpotensi memperparah pelarian modal dan melemahkan nilai mata uang lokal.