India sedang menghadapi tantangan demografis besar. Data UNFPA memproyeksikan bahwa pada tahun 2050, satu dari lima warga India akan berusia di atas 60 tahun, atau sekitar 21% dari total populasi. Lonjakan ini terjadi di tengah perubahan struktur keluarga, di mana keluarga besar (joint family) mulai jarang ditemui karena generasi muda banyak yang merantau.
Kesenjangan ini membuka peluang bisnis besar. Industri perawatan lansia di India kini bernilai sekitar $7 miliar dan diprediksi tumbuh pesat. Banyak startup mulai bergerak di layanan home care, teknologi kesehatan, hingga hunian khusus lansia (senior living). Namun, pasokan masih jauh dari permintaan. Data Colliers International menunjukkan kebutuhan unit hunian lansia mencapai 2,2 juta unit, sementara yang tersedia baru sekitar 25.000 unit.
Fenomena ini juga dialami diaspora India, seperti Arindam Bhattacharyya di Jakarta, yang terpaksa mengandalkan layanan digital untuk memantau kesehatan orang tuanya di Kolkata. Meski membantu, ia tetap harus memantau secara intensif dari jauh. Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya membangun fasilitas, tetapi juga memastikan infrastruktur sosial dan kesehatan mampu menampung ledakan populasi lansia ini.