Washington, DC - Partai Demokrat berhasil mengamankan kendali penuh atas Kongres Amerika Serikat setelah memenangkan mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (House) dan Senat. Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Partai Republik dan pendukung Presiden Donald Trump, yang sebelumnya mendominasi peta politik.
Dari 435 kursi House yang diperebutkan, Demokrat berhasil menyapu bersih suara rakyat. Sementara di Senat, dari 35 kursi yang dipertandingkan, Demokrat menunjukkan dominasi tak terbantahkan. Salah satu momen paling mengejutkan datang dari South Carolina, di mana kandidat Demokrat Annie Andrews, seorang mantan dokter anak, diproyeksikan menang telak atas kandidat Republik Darline Graham.
Kekalahan Darline Graham menjadi sorotan utama. Graham, yang merupakan adik kandung almarhum Senator Lindsey Graham, baru ditunjuk mengisi kursi pada Juli lalu setelah kematian mendadak sang kakak. Meski mendapat restu dari Trump, ia dianggap tidak siap secara politik. Dalam debat primer, ia sempat blunder saat ditanya soal Taiwan dengan mengaku, "Keamanan nasional bukan bidang saya." Kemenangan Andrews ini adalah yang pertama bagi Demokrat di South Carolina dalam 28 tahun terakhir, menandai pergeseran besar di negara bagian yang sebelumnya dikuasai Republik dengan margin 18 poin pada 2024.
Dampak bagi Masyarakat: Kemenangan Demokrat ini berarti kebuntuan legislatif (gridlock) akan berakhir, namun agenda Trump akan terhambat. Bagi masyarakat umum, fokus pemerintahan akan bergeser ke kebijakan sosial dan kesehatan yang diusung Demokrat. Analisis media internasional menyebutkan bahwa hasil ini adalah 'penolakan keras' terhadap gaya kepemimpinan Trump, dan sinyal bahwa pemilih menginginkan perubahan arah kebijakan, terutama dalam isu domestik dan hak-hak sipil.