PARLEMEN ALBANIA MEMBARA, FLARE DAN BOM ASAP MELEDAK - Berita Dunia
← Kembali

PARLEMEN ALBANIA MEMBARA, FLARE DAN BOM ASAP MELEDAK

Foto Berita

Tirana, Albania — Situasi politik di Albania memanas. Anggota parlemen dari kubu oposisi, Sali Berisha, bersama rekannya kembali mengacaukan jalannya sidang parlemen pada Kamis (waktu setempat). Mereka tidak hanya berteriak, tetapi juga menyalakan flare dan melemparkan bom asap di dalam ruang sidang sebagai bentuk protes keras terhadap pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.

Aksi anarkis di gedung parlemen ini merupakan bentuk solidaritas terhadap gelombang demonstrasi antarpemerintah yang semakin besar di jalanan. Oposisi menuduh Rama sengaja mengecilkan skala protes dan gagal mengatasi krisis yang melanda negaranya. Dalam pidatonya yang berapi-api, Berisha bahkan menyebut anggota parlemen dari kubu pemerintah sebagai 'penjahat' yang layak mendapat tindakan represif, bukan para pemuda demonstran.

Uniknya, protes besar-besaran yang awalnya dimulai pada Mei lalu ini dipicu oleh keputusan Rama yang memberikan persetujuan awal untuk proyek resor mewah yang dikaitkan dengan Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump. Namun, gelombang protes mahasiswa itu kini telah berkembang menjadi gerakan yang jauh lebih luas. Masyarakat turun ke jalan tidak hanya soal resor, tetapi juga menyuarakan kemarahan atas stagnasi ekonomi, dugaan korupsi yang merajalela, standar pendidikan yang buruk, serta biaya kuliah yang mencekik.

Ini menjadi demonstrasi terbesar di Albania dalam beberapa dekade terakhir. Sayangnya, aksi yang awalnya damai ini berujung ricuh. Ratusan orang dilaporkan terluka, termasuk aparat kepolisian. Beberapa gedung pemerintah, bank, dan fasilitas swasta juga menjadi sasaran amuk massa hingga dibakar.

Menghadapi situasi ini, PM Edi Rama yang telah berkuasa selama 13 tahun dan baru saja memenangkan masa jabatan keempatnya menolak untuk mundur. Alih-alih mengalah, ia menerapkan kebijakan kontroversial: denda lebih dari 6.000 dolar AS (sekitar Rp97 juta) bagi siapa saja yang menghadiri protes yang berujung ricuh, bahkan jika mereka tidak melakukan kekerasan. Nilai denda ini enam kali lipat dari rata-rata gaji bulanan warga Albania. Sebagai upaya meredam amarah, Rama juga mengumumkan kenaikan beasiswa bagi mahasiswa berpenghasilan rendah dan subsidi sewa bagi mahasiswa.

Analisis Dampak: Langkah Rama memberikan denda fantastis bagi demonstran berpotensi semakin memicu kemarahan publik. Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk pembungkaman hak berekspresi dan justru bisa memperlebar jurang pemisah antara rakyat dan pemerintah. Di sisi lain, janji kenaikan beasiswa dan subsidi sewa terlihat seperti upaya 'plester' sementara untuk meredakan gejolak, tanpa menyentuh akar masalah utama seperti dugaan korupsi dan stagnasi ekonomi yang membuat rakyat frustrasi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook