TINUBU KL AIM 13.000 TERORIS, WARGA MALAH DICULIK MASSAL - Berita Dunia
← Kembali

TINUBU KL AIM 13.000 TERORIS, WARGA MALAH DICULIK MASSAL

Foto Berita

Jakarta, 14 Juni 2025 – Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu, mengklaim keberhasilan besar dalam perang melawan terorisme. Dalam pidato nasional yang disiarkan langsung, ia menyatakan militernya berhasil melumpuhkan lebih dari 13.000 'teroris' dalam setahun terakhir. Namun, klaim ini terdengar kontras dengan kenyataan pahit di lapangan: aksi penculikan massal terus berdarah-darah.

Tinubu juga menyebut angka kematian akibat serangan bersenjata turun 81 persen sejak ia menjabat pada 2023. Ia memuji program 'Operasi Koridor Aman' yang disebutnya berhasil membuat 124.000 kombatan dan keluarganya menyerahkan diri. Pidato ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Demokrasi Nigeria, menandai berakhirnya kekuasaan militer pada 1999.

Namun, nada kemenangan ini langsung dibantah realitas pahit. Alih-alih aman, ekonomi terbesar kedua di Afrika ini justru dilanda krisis keamanan yang semakin menggila. Kelompok bersenjata yang terkait dengan ISIS dan Al-Qaeda, bersama geng kriminal, terus leluasa menculik warga untuk tebusan. Sasaran empuk mereka adalah sekolah, gereja, dan masjid di pedesaan yang minim penjagaan.

Yang lebih mengkhawatirkan, kelompok-kelompok ini mulai meluaskan operasi mereka dari wilayah utara ke barat daya, melewati koridor hutan lebat. Pemerintah menduga perpindahan ini akibat tekanan militer di basis lama mereka. Situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat ikut turun tangan dengan mengirim 100 tentara pada Februari lalu, menyusul tuduhan 'genosida Kristen' yang sempat dilontarkan mantan Presiden AS Donald Trump.

Data menunjukkan betapa buruknya situasi ini. Sejak Januari, puluhan orang diculik setiap bulan, termasuk guru dan murid TK berusia 4 tahun. Insiden paling anyar terjadi pada Mei, di mana 46 orang diculik dari sebuah sekolah di Oyo. Ironisnya, baru pada Senin lalu, militer Nigeria mengaku berhasil menyelamatkan 360 sandera dari kelompok Boko Haram di persembunyian gunung terpencil.

Analisis: Klaim pemerintah soal penurunan angka kematian patut dipertanyakan. Yang jelas, rasa aman masyarakat justru menurun drastis. Penculikan massal menjadi bukti bahwa strategi keamanan saat ini belum mampu menyentuh akar masalah. Keterlibatan AS juga menimbulkan tanda tanya besar: apakah ini solusi atau justru akan membuat konflik semakin kompleks?


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook