Pasukan Bersenjata Sudan (SAF) resmi menguasai al-Mazroub di Kordofan Utara setelah pertempuran sengit melawan Rapid Support Forces (RSF). Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis untuk memotong jalur pasokan lawan di wilayah tengah negara.
Juru bicara Pasukan Khusus Angkatan Darat, Mohammed Deidan, menyebut al-Mazroub sebagai simpul penghubung antara Kordofan Utara dan Kordofan Barat. Dengan direbutnya kota tersebut, militer Sudan semakin dekat dengan target utama: memutus rantai logistik RSF yang selama ini menopang kekuatan mereka di Darfur.
Dalam pernyataan resminya, militer mengklaim telah menimbulkan korban jiwa dan menghancurkan sejumlah besar kendaraan tempur RSF. Mereka juga mengimbau warga di wilayah yang telah dibebaskan untuk kembali menjalani aktivitas normal dengan jaminan keamanan.
Wilayah Kordofan kini menjadi salah satu medan tempur paling panas dalam perang yang telah memasuki tahun keempat. Data menunjukkan satu dari lima serangan tercatat terjadi di kordofan, menjadikannya titik pertemuan antara wilayah kekuasaan militer di pusat dan RSF di barat. Situasi semakin rumit dengan adanya gesekan etnis, termasuk tuduhan serangan artileri terhadap warga sipil di Dilling bulan lalu.