Presiden Amerika Serikat Donald Trump terjun langsung ke medan tempur politik di South Carolina. Ia dijadwalkan menghadiri rapat umum pada Rabu mendatang untuk mendongkrak elektabilitas Darline Graham, adik mendiang Senator Lindsey Graham yang merupakan sekutu dekatnya.
Langkah ini diambil setelah persaingan kursi Senat di negara bagian yang selama ini dikenal sebagai benteng kuat Partai Republik itu tiba-tiba memanas. Kematian mendadak Lindsey Graham pada Juli lalu mengubah peta politik secara drastis. Gubernur South Carolina menunjuk Darline untuk melanjutkan sisa masa jabatan kakaknya, dan Trump pun memberikan dukungan penuh agar Darline bisa meraih tiket nominasi resmi dari Partai Republik.
Namun, langkah Darline tidak mulus. Penantangnya dari kubu Demokrat, Annie Andrews, seorang dokter spesialis anak, terus menekan. Andrews menyoroti pengalaman politik Darline yang minim dan jalur pencalonannya yang dianggap tidak biasa. Dalam debat publik, Andrews bahkan menyinggung momen saat Darline mengaku kurang memahami isu keamanan nasional. Andrews menilai, lawannya itu terlalu bergantung pada dukungan pejabat tinggi federal untuk berbicara mewakilinya.
Sebaliknya, kubu Darline menyerang balik dengan melabeli Andrews sebagai politikus liberal paling radikal yang pernah mencalonkan diri di South Carolina. Meski demikian, survei terbaru menunjukkan Darline masih unggul tipis sekitar 2,7 persen. Angka ini menjadi sinyal bahaya bagi Partai Republik, mengingat pada Pilpres 2024 lalu Trump menang telak di negara bagian tersebut dengan selisih 18 persen.
Menariknya, kunjungan Trump ini bertepatan dengan kebijakan kontroversialnya yang baru saja mencabut sebagian besar sanksi terhadap Rusia. Kebijakan ini justru menuai kritik dari Darline sendiri. Ia secara tegas menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Vladimir Putin dan memilih untuk tetap menekan Rusia agar perang berakhir dan harga gas turun. Pernyataan ini menunjukkan adanya celah perbedaan pandangan antara Darline dan Trump terkait kebijakan luar negeri, meski keduanya tetap berada dalam satu barisan koalisi.