LONDON - Sebuah pemilu sela di daerah pemilihan kecil bernama Makerfield, Inggris barat laut, pada Kamis mendatang, diperkirakan bakal menjadi panggung awal pertarungan sengit internal Partai Buruh. Bukan sekadar memilih anggota parlemen baru, kontes ini bisa menjadi batu loncatan bagi Walikota Manchester, Andy Burnham, untuk menantang langsung kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer.
Pemilu ini dipicu oleh pengunduran diri anggota parlemen sebelumnya, Josh Simons, yang sengaja mengosongkan kursi agar Burnham bisa maju. Ambisi Burnham jelas: jika menang, ia berencana menantang Starmer dalam pemilihan ketua partai. Tekanan terhadap Starmer semakin memuncak setelah partainya mengalami kekalahan telak di pemilu dewan lokal bulan lalu, ditambah mundurnya Menteri Pertahanan John Healey dan Menteri Angkatan Bersenjata Al Carns karena sengketa anggaran pertahanan.
Namun, jalan Burnham tidak mulus. Ia harus menghadapi kandidat dari partai sayap kanan Reform UK, Robert Kenyon. Meskipun kampanye Kenyon dihantui kontroversi unggahan seksis di media sosial, ia tetap menjadi ancaman serius. Reform UK bahkan berada di posisi kedua pada pemilu sebelumnya di daerah ini dan dianggap mampu mengejutkan Partai Buruh yang sudah menguasai kursi Makerfield sejak 1983.
Fenomena ini mencerminkan krisis kepercayaan publik terhadap Partai Buruh di bawah Starmer. Dalam pemilu dewan lokal, Partai Buruh kehilangan hampir 1.500 kursi, sementara Reform UK melonjak dari hanya 100 kursi menjadi sekitar 1.450 kursi. Jajak pendapat Ipsos bahkan mencatat Starmer sebagai perdana menteri paling tidak populer sejak survei dimulai pada akhir 1970-an. Satu-satunya penantang yang menurut jajak pendapat bisa mengalahkan Starmer dalam kontestasi internal justru adalah Andy Burnham.