DUA NEGARA ISOLASI MENGUKUH, BARAT WAS-WAS? - Berita Dunia
← Kembali

DUA NEGARA ISOLASI MENGUKUH, BARAT WAS-WAS?

Foto Berita

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, baru saja menapakkan kaki di Korea Utara dalam kunjungan resmi perdananya yang menarik banyak perhatian global. Bertemu langsung dengan Pemimpin Kim Jong Un di Pyongyang, Lukashenko bertujuan mengukuhkan "perjanjian persahabatan" serta meneken sekitar 10 kesepakatan penting.

Kunjungan dua hari yang dimulai Rabu lalu ini bukan sekadar formalitas. Lukashenko sendiri dengan gamblang menyatakan, "situasi saat ini mendorong kita untuk saling merapat." Ada alasan kuat di baliknya: kedua negara punya kesamaan pandangan dalam mendukung perang Rusia di Ukraina dan sama-sama kerap dituduh menjalankan rezim otoriter serta melanggar hak asasi manusia. Ini menjadi fondasi aliansi baru yang berpotensi mengubah peta geopolitik.

Sebelumnya, undangan ini sudah dilayangkan Kim Jong Un saat mereka bertemu di Beijing bulan September lalu. Korea Utara sendiri sudah lama menjadi sorotan dunia karena program senjata nuklirnya dan kini semakin "intim" dengan Rusia, bahkan disebut-sebut mengirim ribuan tentara serta pasokan militer vital. Imbalannya? Pyongyang kebanjiran bantuan finansial, teknologi militer, pangan, dan energi dari Moskow, yang sedikit banyak mengurangi ketergantungannya pada Tiongkok.

Sementara itu, Belarus juga semakin dalam merapat ke Rusia, bahkan menjadi "pintu masuk" invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Lukashenko, yang sudah berkuasa tiga dekade, juga terkenal tidak segan menindak perbedaan pendapat di negaranya. Maka, tak heran jika kedekatan dua negara ini dianggap sebagai penguatan blok anti-Barat. Analis melihat, perjanjian persahabatan ini bisa jadi sinyal bahwa negara-negara yang terisolasi kian bersatu, berpotensi mempersulit upaya internasional dalam menjaga stabilitas dan HAM, serta memperdalam cengkeraman kekuasaan otoriter di wilayah mereka masing-masing.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook