Dokumen pengadilan di Amerika Serikat baru-baru ini mengungkap kaitan mengejutkan antara seorang tokoh kunci di balik Kesepakatan Oslo dengan Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seks yang namanya dikenal luas. Kaitan ini mencakup hubungan finansial dan bantuan visa yang diberikan.
Pengungkapan ini sontak memicu kegaduhan politik di Norwegia, negara yang memiliki peran sentral dalam mediasi Kesepakatan Oslo. Imbasnya, sorotan tajam kini kembali diarahkan pada warisan dan legitimasi proses perdamaian Palestina yang lahir dari kesepakatan tersebut.
Kesepakatan Oslo, yang ditandatangani pada era 1990-an, merupakan salah satu upaya diplomatik paling signifikan untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Terbongkarnya hubungan tokoh penting di baliknya dengan Epstein, yang dikenal memiliki jaringan luas dan terlibat dalam aktivitas ilegal, berpotensi mencoreng kredibilitas historis kesepakatan tersebut. Ini bukan hanya tentang reputasi individu, tetapi juga mempertanyakan integritas proses perdamaian yang begitu fundamental bagi Timur Tengah.