AMERIKA KEMBALI GELAR EKSEKUSI PUBLIK? - Berita Dunia
← Kembali

AMERIKA KEMBALI GELAR EKSEKUSI PUBLIK?

Foto Berita

Wacana eksekusi mati yang disiarkan langsung (live streaming) oleh militer Amerika Serikat memicu perdebatan panas. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengeksekusi Nidal Hasan—pelaku penembakan di pangkalan militer Fort Hood tahun 2009 yang menewaskan 13 orang—dengan regu tembak. Yang membuat heboh, Pentagon menyebut prosesi tersebut akan disiarkan secara terbuka.

Hegseth beralasan, transparansi ini penting agar publik memahami konsekuensi berat dari kejahatan tersebut. Namun, rencana ini membangkitkan memori kelam sejarah Amerika. Terakhir kali AS menggelar eksekusi publik yang menyita perhatian nasional adalah pada 14 Agustus 1936 di Owensboro, Kentucky.

Saat itu, sekitar 20.000 orang berkumpul untuk menyaksikan hukuman gantung Rainey Bethea, seorang pria kulit hitam yang dituduh memperkosa dan membunuh seorang janda kulit putih. Suasana saat itu bak karnaval; orang-orang menginap di dekat tiang gantungan, menjual popcorn dan soda, hingga pesta minuman keras. Eksekusi massal itu kemudian memalukan banyak pihak dan memicu larangan eksekusi publik di Kentucky 18 bulan setelahnya.

Profesor Michael Radelet dari University of Colorado mengaku kaget dengan rencana eksekusi modern ini. Ia mencatat bahwa dukungan publik terhadap hukuman mati di AS sebenarnya terus menurun, dari 80% pada 1994 menjadi sekitar 52% saat ini. Rencana live streaming ini pun dinilai sebagai langkah mundur yang kontroversial, meski belum diketahui pasti bagaimana reaksi mayoritas warga AS.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook