GAZA - Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan senjata mereka dalam waktu dekat. Sikap ini disampaikan langsung oleh Husam Badran, anggota biro politik Hamas, dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera menjelang pertemuan penting di Kairo.
Badran menjelaskan, meskipun senjata tidak akan diserahkan, kelompoknya berjanji tidak akan ada lagi senjata yang terlihat di jalan-jalan Gaza. "Yang akan terlihat hanya senjata resmi milik polisi Palestina," ujarnya. Konsep ini mereka sebut sebagai 'genjatan senjata jangka panjang' atau 'hudna'.
Pernyataan ini keluar di tengah negosiasi yang mandek. Sumber Al Jazeera menyebut Hamas akan mengirim delegasi ke Kairo akhir pekan ini. Delapan faksi Palestina, termasuk Fatah dan Jihad Islam, akan duduk bersama untuk membentuk sikap nasional yang bersatu.
Analisis: Sikap Hamas ini jelas menjadi tantangan besar bagi rencana gencatan senjata yang dimediasi AS. Isu pelucutan senjata dan penarikan tentara Israel dari Gaza masih menjadi batu sandungan utama. Badran menuding Israel hanya menjalankan kurang dari 30 persen kewajiban fase pertama kesepakatan, termasuk soal bantuan kemanusiaan dan penghentian pembunuhan. Data menunjukkan, sejak gencatan senjata dideklarasikan, masih ada sekitar 1.000 warga Gaza yang tewas. Ini membuktikan rapuhnya gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan soal senjata dan masa depan politik Gaza.