Tuduhan mengejutkan datang dari analis senior Al Jazeera, Marwan Bishara, yang menyebut Israel berada di balik pembunuhan Ali Larijani, kepala keamanan Iran. Bukan sekadar menghilangkan satu nyawa, aksi ini diduga kuat bertujuan untuk menggagalkan upaya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus memicu pergolakan lebih besar di Timur Tengah.
Menurut Bishara, dugaan pembunuhan Larijani ini adalah langkah strategis Israel untuk memperpanjang konflik yang ada dan bahkan mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran. Ia juga menegaskan bahwa program pembunuhan beruntun seperti ini bukanlah perilaku yang wajar bagi sebuah negara. Jika tuduhan ini benar, dampaknya bisa sangat serius. Pembunuhan pejabat tinggi keamanan seperti Larijani berpotensi memicu eskalasi balasan dari Teheran, memperkeruh stabilitas regional yang memang sudah rentan. Upaya-upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran pun terancam pupus, membuka babak baru dalam konflik berkepanjangan yang telah lama mewarnai kawasan ini. Ini bisa jadi pemicu badai geopolitik yang lebih besar.