Sebuah iklan kampanye politik baru yang mendukung kandidat Senat Demokrat Abdul El-Sayed ramai diperbincangkan di dunia maya. Iklan yang dirilis oleh Rebellion PAC pimpinan Cenk Uygur itu menyoroti besarnya bantuan luar negeri Amerika Serikat ke Israel di tengah rakyat AS yang sedang kesulitan menghadapi kenaikan biaya hidup.
Pesan utama iklan ini menyentuh isu domestik yang sensitif: banyak warga Amerika merasa uang pajak mereka seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri ketimbang dialirkan ke luar negeri. Isu ini berpotensi mengguncang peta politik Pemilu AS, terutama di kalangan pemilih muda dan pekerja yang semakin vokal menolak pengeluaran militer dan bantuan luar negeri.
Dari sisi komunikasi politik, langkah Rebellion PAC ini efektif membangun narasi populis yang menghubungkan kebijakan luar negeri dengan persoalan dapur rumah tangga. Namun, iklan ini juga berisiko memicu polarisasi dan debat publik yang lebih tajam soal posisi AS di kancah global, khususnya terkait hubungan dengan Israel.