PUTIN TOLAK LANJUTKAN RUNDING DAMAI, TRUMP DIKRITIK - Berita Dunia
← Kembali

PUTIN TOLAK LANJUTKAN RUNDING DAMAI, TRUMP DIKRITIK

Foto Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negosiasi damai dengan Ukraina kemungkinan besar tidak akan segera dilanjutkan. Alasannya, serangan drone besar-besaran menghantam Moskow dan sejumlah kota lain saat hari pemilihan parlemen bulan lalu. Hal ini disampaikan Putin dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu.

Menurut Kremlin, Rusia sebenarnya siap melanjutkan perundingan dengan Kyiv setelah pemilu. Namun, serangan drone yang menyasar ibu kota, kota-kota lain, hingga tempat pemungutan suara dianggap telah merusak momentum. Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menegaskan bahwa rezim Kyiv secara nyata telah menggagalkan peluang dimulainya kembali proses negosiasi secara langsung.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai perang Rusia-Ukraina kini berada di titik kebuntuan yang berbahaya. Ia menegaskan Washington akan terus berupaya mendorong kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya menyatakan kesiapan negaranya menggelar perundingan trilateral bersama AS dan Rusia bulan ini.

Di tengah situasi itu, Trump mengumumkan bahwa Rusia setuju memasok lebih dari 300.000 ton diesel ke pasar Amerika dan global. Kesepakatan ini langsung menuai kritik keras. Zelenskyy menyebutnya sebagai hadiah bagi Putin, karena uang dari transaksi tersebut dinilai akan membiayai perang terhadap Ukraina. Inggris pun menegaskan akan terus menekan Rusia lewat sanksi terberat yang pernah mereka berlakukan.

Dampaknya bagi masyarakat global, ketegangan geopolitik ini berpotensi menjaga harga energi tetap fluktuatif dan memperpanjang ketidakpastian pasokan. Bagi warga di kawasan konflik, peluang gencatan senjata semakin tipis dalam waktu dekat. Sementara bagi publik internasional, kesepakatan dagang AS-Rusia ini memunculkan pertanyaan etis tentang apakah diplomasi ekonomi justru memperkuat mesin perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook