Sebuah insiden tragis menyelimuti India, mengguncang jagat politiknya. Wakil Ketua Menteri Negara Bagian Maharashtra, Ajit Pawar, dilaporkan tewas dalam kecelakaan pesawat yang mengerikan pada Rabu pagi. Pesawat yang ditumpanginya jatuh saat hendak mendarat di bandara Baramati, di daerah pemilihannya sendiri. Tragedi ini tak hanya merenggut nyawa Pawar yang dikenal sangat berpengaruh, tapi juga empat orang lainnya, termasuk dua staf dan dua awak pesawat.
Menurut Otoritas Penerbangan Sipil India (DGCA), pesawat Learjet 45 yang dioperasikan oleh perusahaan VSR itu lepas landas dari ibu kota negara bagian, Mumbai, dan mengalami kecelakaan sekitar pukul 08:45 waktu setempat (03:15 GMT). Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti jatuhnya pesawat. Namun, layanan pelacak penerbangan Flightradar24 menyebut pesawat tersebut sedang melakukan percobaan pendaratan kedua ketika insiden nahas itu terjadi. Saksi mata di lokasi kejadian mengisahkan detik-detik mengerikan pasca-benturan. “Ketika kami bergegas ke lokasi, pesawat sudah terbakar. Ada empat hingga lima ledakan lagi. Orang-orang mencoba menarik penumpang keluar, tapi api terlalu hebat,” ungkap seorang saksi kepada media. Ledakan-ledakan setelah menabrak tanah menambah misteri di balik kecelakaan ini.
Ajit Pawar, politikus senior berusia 66 tahun, merupakan sosok kunci dalam dinamika politik Maharashtra. Dikenal sebagai keponakan politikus veteran Sharad Pawar, pendiri Nationalist Congress Party (NCP), Ajit memiliki basis politik yang kuat melalui gerakan koperasi akar rumput. Pengaruhnya sangat terasa, terutama di “sabuk gula” negara bagian itu, dan kemampuannya memobilisasi pemilih pedesaan tak diragukan lagi. Kematian mendadak Pawar, yang juga merupakan bagian dari koalisi federal pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, meninggalkan lubang besar dalam peta politik regional India, khususnya di Maharashtra.
Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas dedikasi serta pengaruhnya, pemerintah negara bagian Maharashtra mendeklarasikan tiga hari masa berkabung. Selama periode ini, bendera akan dikibarkan setengah tiang, kantor pemerintahan dan sekolah akan ditutup, serta semua acara publik dibatalkan. Reaksi duka cita meluas dari berbagai kalangan. Kepala Menteri Devendra Fadnavis mengungkapkan “tidak ada kata untuk mengungkapkan emosinya,” sementara PM Narendra Modi melalui media sosial X menyatakan “kepergiannya yang tak terduga sangat mengejutkan dan menyedihkan,” memuji Pawar sebagai pribadi pekerja keras dengan semangat besar memberdayakan masyarakat miskin. Tragedi ini bukan hanya kehilangan nyawa seorang pejabat tinggi, melainkan juga guncangan signifikan bagi salah satu negara bagian terpenting di India.