RUSIA DUKUNG IRAN, TAPI CUAN DARI PERANG - Berita Dunia
← Kembali

RUSIA DUKUNG IRAN, TAPI CUAN DARI PERANG

Foto Berita

MOSCOW, RUSIA - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, baru-baru ini melakukan kunjungan resmi ke Teheran untuk bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan Menlu Iran, Abbas Araghchi. Dalam pertemuan tersebut, Lavrov menegaskan komitmen Moskow untuk mendukung Iran yang sedang menghadapi sanksi berat. Araghchi pun membalas dengan pernyataan bahwa hubungan kedua negara saat ini berada di titik terdekat sepanjang sejarah.

Namun, di balik janji dukungan politik tersebut, terdapat dinamika kepentingan ekonomi yang menguntungkan Rusia. Perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu telah memicu lonjakan harga minyak dunia. Situasi ini justru menjadi 'durian runtuh' bagi Rusia, yang dikenal sebagai salah satu eksportir energi utama dunia.

Analis menilai motif utama Lavrov bukan sekadar solidaritas, melainkan upaya memperkuat aliansi strategis untuk kepentingan perang masing-masing pihak. Rusia ingin memastikan pengaruhnya tetap ada dalam tatanan regional Timur Tengah yang sedang bergejolak. Meskipun keduanya menandatangani Kemitraan Strategis Komprehensif 20 tahun pada Januari 2025, pakta tersebut tidak mencakup klausul pertahanan militer mutual seperti yang dimiliki Rusia dengan Korea Utara.

Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan telah melonggarkan sanksi pada sektor energi Rusia demi menekan harga bahan bakar domestik menjelang pemilu. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Rusia benar-benar menginginkan krisis AS-Iran ini berakhir, mengingat keuntungan ekonomi yang didapat dari tingginya harga minyak akibat konflik tersebut?


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook