RIBUTAN RAKYAT TUNISIA: 'TIDAK ADA MARTABAT DALAM KEMISKINAN' - Berita Dunia
← Kembali

RIBUTAN RAKYAT TUNISIA: 'TIDAK ADA MARTABAT DALAM KEMISKINAN'

Foto Berita

Gelombang protes besar-besaran kembali mengguncang Tunisia. Ribuan warga membanjiri jalanan ibu kota Tunis untuk menuntut perubahan, mengecam Presiden Kais Saied atas memburuknya kondisi hidup dan pembatasan kebebasan politik yang kian menyesakkan.

Aksi yang dipimpin oleh Konfederasi Serikat Buruh Tunisia (UGTT) ini menjadi demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan—mulai dari pengacara, dokter, jurnalis, hingga kaum pengangguran—bersatu melawan kebijakan pemerintah yang dianggap gagal mensejahterakan rakyat.

Massa berkumpul di sepanjang Jalan Habib Bourguiba, dikawal ketat ratusan aparat kepolisian. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Tidak ada demokrasi tanpa kebebasan" dan "Tidak ada martabat dalam kemiskinan". Selain menuntut pembebasan para kritikus pemerintah yang ditahan, pengunjuk rasa juga menyerukan pencabutan pembatasan hak serikat pekerja.

Kemarahan publik dipicu oleh lonjakan harga kebutuhan pokok, pemadaman listrik dan air yang kerap terjadi, serta kelangkaan obat-obatan. Seorang demonstran asal Sfax, Yassine Gharseli, mengaku nekat datang sejauh 250 km demi menyuarakan aspirasinya. "Saya datang untuk membela kebebasan saya," tegasnya.

Analisis dampak: Protes ini menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas politik Tunisia. Bangkitnya kembali slogan revolusi 2011 menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menyelesaikan masalah ekonomi struktural. Jika tuntutan rakyat soal harga pangan dan lapangan kerja tidak segera direspons, gelombang demonstrasi berpotensi meluas dan memicu instabilitas sosial yang lebih besar, mengingat Tunisia adalah salah satu negara kunci di kawasan Afrika Utara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook