Mantan pemimpin Partai Unionis Demokrat (DUP) Irlandia Utara, Jeffrey Donaldson, resmi dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas kasus kejahatan seksual terhadap anak. Hakim Paul Ramsey menyebut kasus ini sebagai 'penurunan katastrofik menuju aib' dan menilai Donaldson memiliki peluang sedang untuk mengulangi kejahatannya.
Pria berusia 63 tahun itu terbukti bersalah atas satu tuduhan pemerkosaan, 13 tuduhan penyerangan tidak senonoh, dan empat tuduhan ketidaksenonohan kasar terhadap dua gadis yang terjadi antara tahun 1985 hingga 2008. Meskipun Donaldson membantah semua tuduhan dan berupaya mengajukan banding, hakim mencatat bahwa ia sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atau permintaan maaf kepada para korban.
Salah satu korban menggambarkan kejadian tersebut sebagai 'momen terburuk dalam hidupnya', sementara korban lainnya merasa masa kecilnya telah dirampas. Dampak dari vonis ini sangat besar bagi lanskap politik Irlandia Utara, mengingat Donaldson adalah tokoh sentral dalam negosiasi pasca-Brexit dan anggota parlemen terlama di wilayah tersebut. Ia bahkan telah meminta gelar kesatriaannya dicabut setelah vonis dijatuhkan.