Paus Leo meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Sabtu (waktu setempat) setelah menjalani operasi kanker paru yang dinyatakan berhasil. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu terlihat berjalan sendiri tanpa bantuan alat, sambil menyapa para pendukung yang menunggunya di luar rumah sakit.
Meski kondisinya berangsur pulih, tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kabar baiknya, Paus Leo dijadwalkan memimpin doa Minggu di Lapangan Santo Petrus, menandakan kesiapan fisiknya untuk kembali menjalankan tugas gerejawi.
Dampak bagi Masyarakat: Kesembuhan Paus Leo membawa angin segar bagi jutaan umat Katolik global yang sebelumnya cemas menantikan kondisi kesehatan pemimpin mereka. Kemampuannya berjalan tanpa alat bantu menjadi sinyal positif bahwa pemulihan berjalan cepat. Namun, hasil pemeriksaan kelenjar getah bening masih menjadi penentu utama terkait prognosis jangka panjang. Dari sisi informasi, transparansi Vatikan mengenai detail medis ini menjadi penting untuk meminimalisir hoaks kesehatan yang sering beredar.