NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melontarkan kritik pedas kepada komunitas internasional. Menurutnya, dunia nyaris tutup mata terhadap krisis kemanusiaan yang melanda Haiti. Kondisi di negara Karibia itu semakin darurat karena kekerasan geng bersenjata kian menjadi-jadi.
Guterres mengungkapkan bahwa lebih dari 2.300 orang telah tewas di Haiti sejak awal tahun ini. Angka ini menunjukkan betapa brutalnya situasi di lapangan. Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi dan layanan publik, seperti rumah sakit dan sekolah, lumpuh total.
Analisis: Sikap diam global ini berbahaya. Jika dibiarkan, Haiti bukan hanya akan runtuh secara sosial, tapi juga bisa menjadi sarang penyelundupan senjata dan narkoba yang mengancam kawasan sekitarnya, termasuk Amerika Serikat. Media lain melaporkan bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk sangat minim karena bandara dan pelabuhan utama dikuasai geng. Ini membuat distribusi makanan dan obat-obatan nyaris mustahil dilakukan.