Situasi keamanan di Israel dan Palestina kembali memanas dengan serangkaian insiden yang terjadi dalam waktu berdekatan. Dalam laporan terbaru Al Jazeera, disebutkan bahwa sekelompok pemukim menyerang diplomat Uni Eropa, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerima dukungan terbuka dari mantan Presiden AS Donald Trump menjelang pemilihan umum Israel. Di sisi lain, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menghadapi aksi protes dari mahasiswa, dan yang paling memilukan, seorang gadis berusia tujuh tahun tewas akibat tembakan di Gaza.
Analisis singkat: Dukungan Trump terhadap Netanyahu diprediksi akan memperkuat posisi politik kanan di Israel, namun berisiko memperkeruh hubungan diplomatik dengan Uni Eropa yang perwakilannya menjadi korban serangan. Insiden penembakan anak di Gaza menambah daftar panjang korban sipil, yang berpotensi memicu kecaman internasional lebih keras dan menghambat proses perdamaian. Bagi masyarakat Indonesia, eskalasi ini menjadi pengingat akan pentingnya diplomasi kemanusiaan dan bisa memengaruhi harga minyak dunia serta stabilitas ekonomi global.