SERANGAN DRONE! PASOKAN LNG QATAR GOYAH, DUNIA TERCEKIK? - Berita Dunia
← Kembali

SERANGAN DRONE! PASOKAN LNG QATAR GOYAH, DUNIA TERCEKIK?

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari Qatar! Produksi Gas Alam Cair (LNG) raksasa energi negara itu, QatarEnergy, mendadak lumpuh total. Pemicunya? Serangan drone misterius yang menghantam dua fasilitas vital mereka pada hari Senin. Serangan ini tak hanya mengancam pasokan energi dunia, tetapi juga memicu gejolak baru di pasar gas global yang sudah rentan.

Kementerian Pertahanan Qatar menyebut drone-drone yang melancarkan serangan berasal dari Iran. Dua lokasi menjadi sasaran: tangki air di pembangkit listrik Mesaieed Industrial City dan fasilitas energi di Ras Laffan, markas besar QatarEnergy. Meski tak ada korban jiwa dilaporkan, demi alasan keamanan, QatarEnergy terpaksa menangguhkan seluruh produksi LNG dan produk lainnya di lokasi terdampak. Akibatnya, perusahaan mendeklarasikan force majeure, sebuah klausul yang membebaskannya dari kewajiban kontrak dalam kondisi luar biasa. Ini artinya, pengiriman gas akan tertunda atau batal, mengguncang pasar.

Situasi ini makin panas karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Pertempuran laut antara Iran dan Amerika Serikat, ditambah rentetan rudal yang melintasi kawasan, praktis mencekik jalur perdagangan strategis itu. Bayangkan, setidaknya 150 kapal, termasuk pengangkut LNG dan minyak, kini terpaksa berlabuh di sekitar selat. Laporan menyebut, lalu lintas kapal di sana anjlok hingga 86 persen, dengan sekitar 700 kapal "nganggur" di kedua sisi jalur. Kondisi ini secara masif memangkas suplai energi ke pasar global.

Qatar dikenal sebagai pemasok 20 persen LNG dunia. Dengan terganggunya produksi dan pengiriman dari negara ini, pasokan LNG global otomatis berkurang drastis, menyebabkan harganya melonjak. Rachel Ziemba, pakar dari Center for a New American Security, menyebut serangan ini sebagai "eskalasi signifikan" terhadap infrastruktur energi di Teluk. Negara-negara Asia, seperti Bangladesh, India, dan Pakistan, diperkirakan akan merasakan dampak paling parah. Meski China adalah importir gas alam terbesar di dunia, sebagian besar pasokannya berasal dari Australia (34%), sehingga dampaknya mungkin tidak sefrontal negara lain.

Maksim Sonin, pakar energi dari Stanford University, mengakui keputusan QatarEnergy akan membawa "volatilitas" ke pasar energi. Namun, ia belum mau menyebutnya "krisis" setingkat krisis gas Eropa 2022 yang dipicu perang Rusia-Ukraina. "Volatilitas jangka pendek di pasar LNG pasti terjadi, terutama jika infrastruktur di Qatar dan pusat energi lain rusak," ujarnya. Perlu diingat, setelah invasi ke Ukraina, penjualan LNG Rusia anjlok drastis, dan Amerika Serikat kini menjadi eksportir LNG terbesar di dunia, menawarkan alternatif pasokan.

Serangan drone di Qatar ini menjadi pengingat pahit betapa rapuhnya rantai pasokan energi global di tengah ketidakstabilan geopolitik. Meski belum mencapai krisis global, lonjakan harga energi akibat gangguan ini bisa membebani konsumen dan industri di banyak negara. Pemain besar seperti AS dan Australia mungkin bisa menyeimbangkan, tetapi gejolak ini menunjukkan bahwa ketegangan di satu titik bisa berdampak ke seluruh dunia, memaksa negara-negara untuk terus mencari diversifikasi sumber energi dan memperkuat keamanan siber serta fisik fasilitas vital mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook