Pembuka Bangladesh, Shadman Islam, harus puas mengakhiri hari pertama Test melawan West Indies dengan skor 99 not out. Inginnya merayakan century ketiga, ia justru terhenti karena kondisi cahaya di lapangan Mirpur yang dianggap terlalu buruk untuk melanjutkan pertandingan.
Meski begitu, penampilan Shadman sukses membawa Bangladesh ke posisi 213-3 sebelum pertandingan dihentikan setelah 74 over. Ia menghabiskan 219 bola dan mencatatkan 10 pukulan four. Pelatih batting Bangladesh, Mohammad Salahuddin, mengakui seluruh tim gugup menantikan momen tersebut. Menurutnya, dengan 32 caps Test, koleksi century Shadman seharusnya bisa lebih banyak.
Di sisi lain, Towhid Hridoy harus keluar lapangan karena kram otot saat mencoba mengejar fifty pertamanya. Sebelumnya, Hridoy sempat menambah 88 run bersama Shadman untuk wicket keempat. West Indies sendiri tampil disiplin, dengan Jomel Warrican menjadi pemetik wicket terbanyak (2-33). Warrican menilai timnya masih mengontrol jalannya pertandingan, meski ia berharap bisa mengemas satu atau dua wicket tambahan sebelum hari berakhir.
Analisis Dampak: Insiden 'bad light' ini bukan sekadar cerita unik olahraga, tapi sorotan nyata soal infrastruktur dan regulasi lapangan. Bagi masyarakat Bangladesh, momen ini terasa menyakitkan karena potensi sejarah (century) harus tertunda oleh faktor non-teknis. Sementara itu, bagi penggemar kriket global, ini menjadi pengingat bahwa kondisi lapangan dan pencahayaan masih menjadi tantangan tersendiri di laga Test, terutama di kawasan Asia Selatan.