Washington, DC - Hasil pemilihan sela (midterms) Amerika Serikat menjadi pukulan telak bagi Partai Republik. Demokrat berhasil mengamankan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (House) dan Senat, sebuah hasil yang oleh para pengamat politik dianggap sebagai bentuk penolakan total terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Kekecewaan di internal Partai Republik pun memuncak. Seorang pelobi senior dari Texas, Bill Miller, menyebut hasil ini sebagai 'bencana kelas satu' yang tidak terduga. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Trump. Menurutnya, fokus Trump yang terlalu besar pada warisan politiknya sendiri dan ketidakpeduliannya terhadap isu-isu yang menjadi kekhawatiran pemilih telah membuat partai kehilangan kursi.
Analisis dari dalam partai menunjukkan bahwa kebijakan Trump yang kurang populer, seperti perang dengan Iran, kebijakan tarif, dan penanganan imigrasi yang keras, menciptakan 'badai sempurna' yang merugikan suara Republik. Meskipun Demokrat meraih kemenangan mengejutkan di negara bagian yang biasanya dikuasai Republik seperti Texas dan Kansas, dampak langsung bagi masyarakat Indonesia mungkin tidak signifikan. Namun, perubahan kendali di Kongres ini akan membuat agenda legislatif Trump terhambat, memaksa pemerintahan AS untuk lebih banyak berkompromi dan berpotensi mengubah arah kebijakan luar negeri dan ekonomi AS yang berdampak global.