Irak kembali memanas. Langit Kota Erbil, ibu kota Kurdistan Irak, berubah menjadi medan tembak pada Selasa malam. Delapan drone tak dikenal berhasil dicegat oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Peristiwa ini juga memicu ledakan keras yang terdengar hingga dekat kompleks konsulat AS.
Video amatir yang beredar luas memperlihatkan momen dramatis pertahanan udara bekerja. Beberapa titik cahaya melesat di langit gelap, disusul suara dentuman. Sumber keamanan setempat mengonfirmasi, satu drone yang membawa bahan peledak berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab. Namun, serangan drone semacam ini kerap dikaitkan dengan milisi pro-Iran yang menentang kehadiran pasukan AS di Irak. Eskalasi ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah rapuh akibat konflik Gaza dan ketidakstabilan politik internal Irak.
Dampaknya bagi warga sipil cukup signifikan. Selain trauma akibat ledakan di malam hari, serangan berulang seperti ini membuat aktivitas ekonomi di Erbil terganggu. Bandara internasional sempat ditutup sementara, memicu kekhawatiran akan meluasnya ketidakamanan di luar zona konflik tradisional.