Konflik bersenjata di Yaman kembali menelan korban jiwa. Puluhan orang dilaporkan tewas setelah sebuah rudal menghantam kawasan pasar di Governorat Taiz. Insiden berdarah ini langsung memicu saling tuduh antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran.
Ketegangan ini merupakan buntut dari operasi militer besar-besaran bertajuk "Dawn of Yemen" yang diluncurkan pada 5 Oktober lalu. Operasi ini bertujuan merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Sanaa, serta mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Bab al-Mandeb dari cengkeraman kelompok tersebut.
Meski pasukan pemerintah mengklaim telah merebut kembali sejumlah posisi strategis di Taiz dan Lahij, realitanya mereka masih menghadapi perlawanan sengit. Houthi bahkan berhasil melakukan pengepungan di Taiz, membuat situasi kemanusiaan di sana semakin kritis. Pengamat menilai, upaya merebut kembali Sanaa masih sangat jauh dari kata mudah, dan konflik ini diprediksi akan semakin memburuk sebelum menemukan titik terang.
Dampak bagi masyarakat sipil sangat mengerikan. Selain ratusan ribu orang yang terpaksa mengungsi, akses bantuan kemanusiaan semakin sulit akibat blokade dan pertempuran yang terus meluas ke area permukiman. Masyarakat internasional mendesak agar kedua belah pihak menghentikan eskalasi kekerasan yang hanya memperparah penderitaan rakyat Yaman.