Sebuah kapal kargo berbendera Singapura, MV Devon Bay, dikabarkan terbalik di perairan Laut China Selatan yang dikenal rawan konflik, Jumat (xx/xx). Insiden tragis ini menewaskan dua pelaut dan menyebabkan empat lainnya dinyatakan hilang. Sebanyak 15 kru kapal berhasil diselamatkan dalam operasi penyelamatan gabungan yang melibatkan otoritas Tiongkok dan Filipina.
Kecelakaan ini terjadi di perairan sekitar 100 kilometer barat laut Scarborough Shoal (atau dikenal juga sebagai Huangyan Dao oleh Tiongkok), sebuah area yang menjadi rebutan dan kerap memicu ketegangan antara kedua negara. Kontak terakhir dengan kapal yang membawa 21 pelaut Filipina ini hilang pada Kamis malam saat berlayar menuju Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.
Penjaga Pantai Tiongkok menjadi pihak pertama yang merespons, mengirimkan dua kapalnya ke lokasi kejadian. Mereka berhasil menyelamatkan 17 pelaut, termasuk 14 dalam kondisi stabil, satu yang memerlukan perawatan, dan dua jenazah. Tak lama berselang, Penjaga Pantai Filipina juga mengerahkan dua kapal dan dua pesawat untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan.
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) telah mengonfirmasi tenggelamnya kapal MV Devon Bay dan menyatakan akan segera melakukan penyelidikan menyeluruh. Namun, terlepas dari penyebab pastinya, insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di Laut China Selatan. Scarborough Shoal adalah titik panas yang sudah lama diperebutkan, dengan Tiongkok menguasainya sejak 2012 meski Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada 2016 menolak klaim Tiongkok dan menyatakan blokadenya ilegal.
Kawasan kaya ikan ini juga sering menjadi lokasi konfrontasi antara kapal-kapal Tiongkok dan Filipina. Bahkan, pada Agustus lalu, sebuah kapal angkatan laut Tiongkok dilaporkan tak sengaja bertabrakan dengan kapal Penjaga Pantai Tiongkok saat berupaya menghalangi kapal Penjaga Pantai Filipina di dekat Scarborough Shoal. Kejadian terbaru ini, meskipun kemungkinan adalah kecelakaan murni, tak pelak meningkatkan kewaspadaan dan sorotan terhadap keamanan maritim di salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling sensitif di dunia.