Michael Carrick dipastikan tetap menangani Manchester United saat bertandang ke markas Chelsea pada Sabtu mendatang, meski rumor pemecatan santer menerpa. Pria yang juga mantan gelandang timnas Inggris itu menegaskan dirinya tidak butuh jaminan apa pun soal masa depannya di Old Trafford.
Tekanan terhadap Carrick memang sedang memuncak. Setan Merah belum meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, dengan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di kandang sendiri akhir pekan lalu membuat mereka hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Ini menjadi start terburuk United dalam 40 tahun terakhir di liga, dengan hanya dua kemenangan dari 12 pertandingan.
Meski begitu, Carrick tampak tenang dan menyatakan fokusnya adalah memperbaiki tim. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada kapten Bruno Fernandes yang sempat dicadangkan saat melawan Bournemouth. Menurut Carrick, keputusan itu murni taktik untuk pertandingan tersebut dan Fernandes tetap berkomitmen penuh pada klub.
Menariknya, dukungan justru datang dari tribun. Fans United terlihat memberi aplaus kepada Carrick saat ia meninggalkan lapangan, sementara para pemain mendapat cemoohan. Situasi ini menunjukkan bahwa beban kesalahan tidak sepenuhnya diletakkan di pundak sang manajer. Namun, legenda klub Gary Neville ikut bersuara dan menyebut bahwa kadang seorang manajer memang perlu dipecat untuk kebaikan tim.
Dampaknya bagi masyarakat, khususnya penggemar sepak bola di Indonesia, laga melawan Chelsea akan menjadi ujian mental bagi Carrick dan skuad. Jika kembali gagal meraih poin, tekanan dari publik dan media akan semakin sulit dibendung, dan spekulasi soal kursi pelatih akan kembali menghangat.