Sebuah insiden mengerikan mengguncang Spanyol selatan pada Minggu (waktu setempat) ketika dua kereta cepat bertabrakan. Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 25 lainnya. Otoritas setempat langsung mengerahkan unit perawatan intensif bergerak ke lokasi kejadian di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba.
Menurut keterangan badan kereta api Spanyol, ADIF, salah satu kereta yang berangkat dari Malaga menuju ibu kota Madrid tiba-tiba keluar jalur (anjlok) dan melaju ke jalur rel di sebelahnya. Nahas, di saat bersamaan, datang kereta lain dari arah berlawanan, menyebabkan tabrakan dahsyat yang tak terhindarkan. Kedua kereta dilaporkan sama-sama anjlok setelah insiden itu.
Guardia Civil Spanyol telah mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia. Sementara itu, layanan darurat Andalusia sebelumnya melaporkan ada 25 orang yang mengalami luka serius. Lima unit ICU bergerak, empat unit perawatan kritis darurat, serta berbagai ambulans segera dikerahkan untuk menangani korban di lokasi.
Juanma Moreno, Presiden pemerintahan regional Andalusia, menyatakan fokus utama saat ini adalah menstabilkan kondisi para korban luka sebelum mereka dirujuk ke rumah sakit. 'Solidaritas dan dukungan kami untuk semua yang terkena dampak,' tulis Moreno di media sosial pada Minggu malam.
Akibat kecelakaan ini, seluruh perjalanan kereta dari wilayah Andalusia menuju Madrid ditangguhkan. Layanan dari kota-kota seperti Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva diperkirakan belum bisa beroperasi hingga setidaknya hari Senin.
Salvador Jimenez, seorang jurnalis stasiun televisi pemerintah RTVE, yang menjadi saksi mata langsung dari kereta Malaga, menceritakan pengalamannya. Ia mengungkapkan bahwa dua gerbong terakhir kereta yang ditumpanginya anjlok, bahkan gerbong paling belakang terbalik ke samping di atas rel. 'Rasanya seperti gempa bumi,' kenang Jimenez, menggambarkan detik-detik sebelum tabrakan maut itu.