Situasi di Timur Tengah dilaporkan makin runyam. Amerika Serikat (AS) dan Israel diduga keras telah memperluas cakupan serangan mereka terhadap Iran, menargetkan sejumlah infrastruktur penting di dalam dan sekitar ibu kota Teheran. Kabar mengejutkan ini datang di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran, yang kini memicu kekhawatiran meluasnya konflik di seluruh kawasan.
Serangan terbaru ini disebut-sebut mengenai beberapa titik krusial. Salah satunya adalah Institut Pasteur, sebuah pusat penelitian medis bersejarah yang sudah berusia seabad. Selain itu, sebuah jembatan penting di dekat Teheran juga menjadi sasaran. Pilihan target yang mencakup fasilitas ilmiah dan infrastruktur vital ini jelas menimbulkan pertanyaan besar tentang dampak kemanusiaan dan keberlangsungan layanan publik di sana, serta berpotensi meningkatkan eskalasi yang tak terduga.
Di tengah panasnya situasi global, perkembangan internal di kubu AS juga tak kalah menarik perhatian. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara mendadak memecat jenderal tertinggi Angkatan Darat AS bersama dua perwira senior lainnya. Langkah mengejutkan ini sontak memicu spekulasi mengenai perombakan kepemimpinan militer di masa perang, yang bisa jadi pertanda perubahan strategi atau bahkan adanya friksi internal di Pentagon. Peristiwa ini makin memperkeruh suasana, seolah menambah bumbu ketidakpastian di tengah bara konflik yang terus menyala.