Thailand tengah berduka setelah serangkaian musibah kecelakaan konstruksi. Hanya dalam dua hari berturut-turut, dua insiden ambruknya crane terjadi di berbagai wilayah, merenggut puluhan nyawa dan menyebabkan luka-luka.
Insiden terbaru terjadi pada Kamis di Provinsi Samut Sakhon, tepat di pinggiran ibu kota Bangkok. Sebuah crane yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan tol layang ambruk dan menimpa ruas jalan di bawahnya. Kejadian nahas ini menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya.
Menurut Kolonel Polisi Sitthiporn Kasi, kepala kepolisian distrik setempat, lokasi kecelakaan berada di ruas Jalan Tol Rama II. Jalan ini sendiri terkenal angker dan sering dijuluki 'Jalan Kematian' oleh masyarakat karena kerap menjadi saksi bisu berbagai kecelakaan fatal.
Sehari sebelumnya, pada Rabu, musibah yang jauh lebih besar mengguncang Provinsi Nakhon Ratchasima, di timur laut Thailand. Sebuah crane raksasa yang merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur kereta cepat Thailand-Tiongkok ambruk. Crane itu jatuh menimpa sebuah kereta yang sedang bergerak di bawahnya, menyebabkan anjlok dan sempat terbakar. Tragisnya, insiden ini merenggut nyawa 32 orang.
Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengungkapkan bahwa perusahaan konstruksi yang sama, Italian-Thai Development (ITD), diduga terlibat dalam kedua proyek yang mengalami kecelakaan fatal ini. Perusahaan tersebut dikontrak untuk membangun sebagian jalur kereta cepat yang telah dikerjakan sekitar satu dekade, serta proyek jalan tol layang di Rama II.
Rentetan kecelakaan ini kembali menyoroti isu keselamatan kerja di sektor industri dan konstruksi Thailand, yang memang dikenal memiliki riwayat panjang insiden serupa.