Rekaman kamera tubuh (bodycam) milik seorang polisi Ukraina yang gugur telah dirilis, memperlihatkan momen mencekam sebelum dan sesudah serangan bom Rusia yang menewaskan sedikitnya 40 orang di desa Komyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia. Dalam video tersebut, warga terlihat berjalan di antara puing-puing setelah serangan pertama, kemudian diarahkan petugas untuk segera masuk ke tempat perlindungan bawah tanah.
Namun, beberapa detik setelah warga memasuki shelter, terdengar ledakan dahsyat dan rekaman pun terhenti. Ukraina melaporkan bahwa serangan ini menggunakan sembilan bom luncur (glide bombs), beberapa di antaranya berbobot 3.000 kg, yang menghantam area distribusi bantuan kemanusiaan dan sekolah setempat.
Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa lebih dari 30 orang masih dikhawatirkan tertimbun reruntuhan, sementara operasi pencarian telah memasuki hari ketiga. Ia juga menyoroti minimnya reaksi dunia internasional terhadap serangan yang disebutnya sebagai kejahatan perang ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Rusia belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.